Rock & Jazz Tweep!

Translate

Total Tayangan Laman

Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan

Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan
Ipar The Haque Bersatu dalam Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan)

Tiga ipar Bersatu dalam Musik (Iakng Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan)

Tiga ipar Bersatu dalam Musik (Iakng Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan)
Musik sebagai Alat Pemersatu Suami The Haques (Marissa, Soraya, Shahnaz)

Tiga Pasang Kakak-adik Beripar Haque

Tiga Pasang Kakak-adik Beripar Haque
Ikang Fawzi & Marissa Haque, Ekki Soekarno & Soraya Haque, Gilang Ramadhan & Shahnaz Haque

Istri Salah Satu Personil BIL Sedang Mengurus Suaminya, Marissa Haque for Ikang Fawzi

Istri Salah Satu Personil BIL Sedang Mengurus Suaminya, Marissa Haque for Ikang Fawzi
Istri Salah Satu Personil BIL Sedang Mengurus Suaminya, Marissa Haque for Ikang Fawzi

Ekki Soekarno, Gilang Ramdhan, dan Ikang Fawzi, BIL (Brother in Laws, 2010)

Ekki Soekarno, Gilang Ramdhan, dan Ikang Fawzi, BIL (Brother in Laws, 2010)
Ekki Soekarno, Gilang Ramdhan, dan Ikang Fawzi, BIL (Brother in Laws, 2010)

Rabu, 14 Juli 2010

Bagi tiga lelaki yang menikah dengan kakak beradik keluarga Haque (Marissa, Soraya dan Shahnaz) ini, bermusik tidak kenal batas usia

Ikang Fawzi dan BIL di "Kantong Musik"
Laporan: Ina Maharani/Anny RahimahSelasa, 13 Juli 2010 23:54 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ungkapan “the old soldier never fade away” tampaknya pantas disematkan kepada trio BIL atau kepanjangan dari Brother in Law alias “Ipar Lelaki”, yang diawaki oleh Ikang Fawzi, Ekki Soekarno dan Gilang Ramadhan. Ketiga musisi kawakan ini bakal tampil di Kantong Musik Café, Jumat (23/7) mendatang.

Meski tidak lagi berusia muda layaknya anak-anak band, ketiganya sepakat untuk membentuk BIL dan nge-band kembali. Bagi tiga lelaki yang menikah dengan kakak beradik keluarga Haque (Marissa, Soraya dan Shahnaz) ini, bermusik tidak kenal batas usia. Di dalam dunia musik, hanya ada satu pakem yakni bagaimana membangun kreativitas agar musik itu bisa dinikmati orang lain. Dengan pengalaman panjang mereka bermain bermusik, reborn Ikang, Ekki dan Gilang tak bisa dipandang sebelah mata.

Secara keseluruhan, BIL sudah merampungkan pengerjaan 11 buah lagu guna mengisi album perdana mereka. Tidak hanya menyentuh persoalan cinta, namun beragam tema mereka kemas apik dalam lagu-lagu tersebut. Single “Ramayana” misalnya, bercerita soal budaya bangsa Indonesia yang sering diklaim milik bangsa lain. Single ini juga memiliki karakter kuat dengan sentuhan gamelan Jawa.

Selain itu, ada juga lagu berjudul “Budak Iblis” yang kisahnya terisnspirasi dari doa Nabi Yunus AS. Meski demikian, sebagai salam perkenalan, BIL sepakat melepas single “Marry Me” sebagai single jagoan mereka. Singel ini liriknya ditulis oleh Ikang. Sementara untuk musik, ketiganya urun rembuk. Ekki bertanggung jawab sebagai arranger dan music director.

Diawali dengan petikan gitar, Ikang langsung membuka single ini dengan suara rocknya yang khas. Ini mengingatkan kita pada karakter vokal Ikang bertahun-tahun silam saat melantunkan lagu-lagu romantis. “Marry Me” sendiri berkisah tentang harapan seorang lelaki yang terpanah asmara. Rasa kasmaran itulah kemudian yang mendorong sang Romeo untuk mengungkapkan kalimat “would you please marry me” kepada wanita pujaannya. Single ini tak lain merupakan ungkapan cinta Ikang kepada istrinya, Marissa Haque. Secara jujur, Ikang bahkan mengungkapkan cintanya yang pertama dan terakhir hanya untuk Icha, wanita bermata indah. Adakah wanita yang mampu menolak permintaan dari Ikang seperti itu?

Ekki, Ikang dan Gilang, adalah tiga nama yang tak asing lagi di telinga pencinta musik Indonesia. Ikang adalah penyanyi rock dengan album dan single-single populer di paruh tahun 80-an . Sebut saja nomor Ikang di antaranya adalah “Preman”, “Tanpamu”, “Salam Terakhir, Catatan si Boy”. Sementara Ekki, dikenal sebagai drummer rock terbaik tahun 1986. Salah satu karyanya bersama Pasific Harmony yang sempat meraih “Grand Prix International Pop Music Festival” di Turki dan Transylvania di tahun 1989 adalah “Where Do We Go From Here”.

Terakhir Gilang, merupakan salah satu penambuh drum dan pemain perkusi terbaik di Tanah Air yang juga diakui sebagai World Class Drummer di dunia Internasional karna inovasinya mentransfer ritem-ritem tradisi Indonesia yang sangat kaya ke dalam permainan drumnya. Lewat BIL, Ikang ambil posisi sebagi vokalis, Ekki pada gitar, bass dan keyboard, serta Gilang pada drum dan perkusi.

Jadi, tunggu apa lagi, saksikan aksi panggung Ikang Fawzi cs di "Kantong Musik."(*)


14 Juli 2010 04:12

Entri Populer