Rock & Jazz Tweep!

Translate

Total Tayangan Laman

Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan

Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan
Ipar The Haque Bersatu dalam Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan)

Tiga ipar Bersatu dalam Musik (Iakng Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan)

Tiga ipar Bersatu dalam Musik (Iakng Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan)
Musik sebagai Alat Pemersatu Suami The Haques (Marissa, Soraya, Shahnaz)

Tiga Pasang Kakak-adik Beripar Haque

Tiga Pasang Kakak-adik Beripar Haque
Ikang Fawzi & Marissa Haque, Ekki Soekarno & Soraya Haque, Gilang Ramadhan & Shahnaz Haque

Istri Salah Satu Personil BIL Sedang Mengurus Suaminya, Marissa Haque for Ikang Fawzi

Istri Salah Satu Personil BIL Sedang Mengurus Suaminya, Marissa Haque for Ikang Fawzi
Istri Salah Satu Personil BIL Sedang Mengurus Suaminya, Marissa Haque for Ikang Fawzi

Ekki Soekarno, Gilang Ramdhan, dan Ikang Fawzi, BIL (Brother in Laws, 2010)

Ekki Soekarno, Gilang Ramdhan, dan Ikang Fawzi, BIL (Brother in Laws, 2010)
Ekki Soekarno, Gilang Ramdhan, dan Ikang Fawzi, BIL (Brother in Laws, 2010)

Kamis, 16 Desember 2010

Kebahagiaan Marissa Haque Istri Ikang Fawzi Paca Berhasil Lulus MBA dari UGM


Ikang Fawzi Lulus MBA dengan Nilai A dari UGM Fakultas Ekonomi-Bisnis

Kabar Gembira!

Leadership Ikang Fawzi suamiku alhamdulillah semakin terbukti didalam keluarga kami. Kemarin pada tanggal 13 desember 2010, dengan dua orang penguji inti dari FEB-UGM bernama: (1) Ertambang, PhD; dan (2) Bambang Riyanto, PhD, suamiku Ikang Fawzi berhasil lulus dengan cemerlang dan mengantongi nilai akhir ujian thesisnya A (bulat)!

Subhanallah… sebuah perjuangan yang tidak main-main, dan menjadi contoh positif bagi kita semua di Indonesia. Bahwa seorang penyanyi rock-pun mampu menunjukkan kelas intelektualitasnya secara kaffah dan mumpuni. Contoh yang sangat baik bagi istri dan kedua putrinya,…insya Allah demikian adanya.

Berikut saya lampirkan sebuah sms untuk dijadikan fwd–dari salah seorang teman karib di UGM, Yogyakarta-Jakarta:

Selamat untuk Mas Ikang Fawzi atas keberhasilannya mendapatkan MBA dengan nilai kelulusan A dari Fakultas Ekonomi-Bisnis UGM (Universitas Gajahmada), Yogyakarta kemarin 13 Desember 2010. Anda adalah penyanyi rock Indonesia pertama yang menjadi MBA dari salah satu universitas terbaik di Indonesia. Kapan S3 nya dimulai? semoga secepatnya ya?

Sumber: http://marissahaque-sdalh.blogdetik.com/

Selasa, 14 Desember 2010

Atas Doa Keluarga, Ipar, dan Sahabat Ikang Fawzi Rocker Indonesia dapat MBA dari UGM: BIL Management


Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran SI)


JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali," ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

"Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan properti-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu," bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal 300 halaman, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, A. "Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan," urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian.

"Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Mungkin kalau dia di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA dan hukum (MA)," katanya.(ang)



Senin, 22 November 2010

Semoga Sosialisasi-promosi Musik & Lagu dari BIL Boleh Melalui Kompasiana.com

Judul Asli: "Marissa Haque: tentang Vina Panduwinata dan Pilkada Tangerang Selatan"

OPINI Ragile 19 November 2010 00:37 1633 125



Dok Kompasiana Gathering 2009 by Edy Taslim (dari kanan: Ragile, Marissa Haque, Pepih Nugraha)

Setelah menghilang empat bulan Marissa Haque kembali posting di Kompasiana. Bunyinya sama dengan yang diutarakan kepadaku via Telepon dan SMS selama November sehubungan dengan meledaknya twitter yang menyebut-nyebut perseteruannya dengan Vina Panduwinata. Namun di mata saya Marissa (Icha) lain di alam nyata lain di alam maya. Bahasanya jauh banget bedanya deh. Kenapa Yah, mau tau?

Postingan dia kemarin di sini: Peduli Linkungan Lahir Bathin. Bicara tentang Kompasiana, Pilkada Walikota Tangerang Selatan dan Vina Panduwinata. Nampaknya terburu-buru menulisnya sehingga terkesan loncat-loncat. Semua itu dalam rangka menanggapi postingan Syaifuddin Sayuti Ada Apa Dengan Marissa Haque?

Yang saya tangkap adalah: (1)Icha tidak suka dengan tingkah laku Vina Panduwinata ketika manggung bareng dengan Ikang Fawzi suami Icha, (2)Icha nulis dalam blog pribadi di blogdetik karena gagal menyelesaikan secara pribadi dengan Vina, (3)Icha tidak keberatan dan atau tidak terganggu dengan gaya pakaian orang lain sepanjang tidak mengganggu secara langsung rumah tangganya, (4)Reaksi keras pembaca adalah lebih kepada cara Icha menyampaikan keluhan itu, bukan pada substansi isi keluhan. Ibarat sepakbola Icha suka maen gaya total footbal formasi 4-4-2 ala Belanda atau Kick and Rush gaya Inggris, keduanya attacking style. Selebihnya saya tidak tahu.

Begitu juga tentang Pilkada Tangerang Selatan di mana Icha menyokong calon independent di luar parpol. Saya taunya ada rumor bahwa di sana telah ada semacam hegemoni oleh keluarga tertentu untuk menguasai jabatan strategis. Namum demikian soal politik tidak semudah yang kita baca di atas kertas. Maklum banyak intrik dan akal bulus yang alus-alus. Biarlah rakyat Tangerang Selatan bicara, mereka lebih tau.

Dua kali saya ketemu langsung dan ngobrol bareng dengannya. Sekali di Kopdar Kompasianan pas peluncuran buku Chappy Hakim berjudul Cat Rambut Orang Yahudi di Hotel Sultan Jakarta, Agustus 2009. Dan Di Tangerang pada acara Pemuda Integritas Tangerang Selatan (PITA) pada Juli 2010. Dua kali ketemu langsung dan ngobrol panjang lebar. Yup, jauh banget deh dengan bahasanya di dunia maya. Siapapun sulit untuk tidak mengatakan Icha sangat ramah, gaul, enak diajak bicara apa saja. Dan…. doyan ngobrol, hehehe…

Mudah-mudahan ke depan makin banyak interaksi dengan kompasiner makin bagus jalinan persahatan dan saling pengertian di mana Icha tak sungkan ganti gaya “maen bolanya” misal dengan gaya Samba Brasil yang paling banyak diminati di sini. Kebetulan aku suka film-film Marissa Haque dan juga demen lagu-lagu Vina Panduwinata yang cihuyy banget gaya “stakatonya”.

***

Salam Tuljaenak,

RAGILE 19-nov-2010

Senin, 16 Agustus 2010

Ikang Fawzi Duta Kebun Raya Ciptakan Lagu untuk Pembangunan Berkelanjutan

Ikang Fawzi Rilis Lagu Kebun Raya Indonesia
Showbiz News Mon, 16 Aug 2010 13:25:00 WIB

Oleh: Ulfan Rahmad

Sumber: Liputan6.com

ikang-fawzi-duta-kebun-raya-bogor-suami-marissa-haqueBogor - Penyanyi Ahmad Zulfikar Fawzi yang populer dengan nama Ikang Fawzi merilis lagu untuk Kebun Raya Indonesia. "Judul lagunya Kebun Rayaku, Taman Firdausku," kata Ikang Fawzi dalam acara Inspirasi Anak Bangsa di Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.

Ikang yang juga sebagai Duta Kebun Raya Indonesia sejak 25 Januari 2010 mengatakan, lagu tersebut sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk mempromosikan keberadaan kebun raya. Liriknya mengisahkan tentang pentingnya keberadaan kebun raya. "Insya Allah, rencananya single lagu tersebut akan diluncurkan setelah Lebaran nanti," ujar Ikang.

Suami Marisa Haque itu akan menyanyikan lagu tersebut bersama grup band bentukannya yang dibuat khusus untuk Kebun Raya Indonesia. Grup band tersebut digawangi oleh Gilang Ramadhan dan Ekki Sukarno. "Hampir semua anggota bandnya adalah keluarga besar saya," lanjut Ikang, seperti ditulis Antara.

kemesraan-ikang-fawz-dan-marissa-haque


Menurut Ikang, lagu-lagu yang diciptakan untuk kebun raya sangat unik. Sebab, mengisahkan tentang alam dan kebun raya. "Yang berbeda nantinya, masuk musik asli Indonesia, ada suara-suara alat musik dari berbagai daerah di Indoensia," kata Ikang.(ULF)

Sumber: http://cybertainment.cbn.net.id/cbprtl/cybertainment/detail.aspx?x=Showbiz+News&y=cybertainment%7C0%7C0%7C2%7C10964

Rabu, 14 Juli 2010

Kompak Baku Ipar, Insya Allah Selamanya: Ikang Fawzi & Marissa Haque, Ekki Soekarno & Soraya Haque, Gilang Ramadhan & Shahnaz Haque

Ikang Fawzi and Marissa Haque's Commitment:
Kami berdua ingin menjadi contoh nyata dan terbaik bagi kedua pasang adik-adik kami didalam hidup dan kehidupan...Amiiin...
Ikang Fawzi & Marissa Haque, Ekki Soekarno & Soraya Haque, Gilang Ramadhan & Shahnaz Haque, insya Allah kami kompak selamanya...

Ikang Fawzi dan BIL di "Kantong Musik" berasama Ekki Soekarno dan Gilang Ramadhan

“the old soldier never fade away”
Laporan: Ina Maharani/Anny Rahimah

Selasa, 13 Juli 2010 23:54 WIT
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM --

Ungkapan “the old soldier never fade away” tampaknya pantas disematkan kepada trio BIL atau kepanjangan dari Brother in Law alias “Ipar Lelaki”, yang diawaki oleh Ikang Fawzi, Ekki Soekarno dan Gilang Ramadhan. Ketiga musisi kawakan ini bakal tampil di Kantong Musik Café, Jumat (23/7) mendatang.

Meski tidak lagi berusia muda layaknya anak-anak band, ketiganya sepakat untuk membentuk BIL dan nge-band kembali.

Bagi tiga lelaki yang menikah dengan kakak beradik keluarga Haque (Marissa, Soraya dan Shahnaz) ini, bermusik tidak kenal batas usia.

Di dalam dunia musik, hanya ada satu pakem yakni bagaimana membangun kreativitas agar musik itu bisa dinikmati orang lain. Dengan pengalaman panjang mereka bermain bermusik, reborn Ikang, Ekki dan Gilang tak bisa dipandang sebelah mata. Secara keseluruhan, BIL sudah merampungkan pengerjaan 11 buah lagu guna mengisi album perdana mereka. Tidak hanya menyentuh persoalan cinta, namun beragam tema mereka kemas apik dalam lagu-lagu tersebut.

Single “Ramayana” misalnya, bercerita soal budaya bangsa Indonesia yang sering diklaim milik bangsa lain. Single ini juga memiliki karakter kuat dengan sentuhan gamelan Jawa. Selain itu, ada juga lagu berjudul “Budak Iblis” yang kisahnya terisnspirasi dari doa Nabi Yunus AS. Meski demikian, sebagai salam perkenalan, BIL sepakat melepas single “Marry Me” sebagai single jagoan mereka. Singel ini liriknya ditulis oleh Ikang. Sementara untuk musik, ketiganya urun rembuk. Ekki bertanggung jawab sebagai arranger dan music director.

Diawali dengan petikan gitar, Ikang langsung membuka single ini dengan suara rocknya yang khas. Ini mengingatkan kita pada karakter vokal Ikang bertahun-tahun silam saat melantunkan lagu-lagu romantis. “Marry Me” sendiri berkisah tentang harapan seorang lelaki yang terpanah asmara. Rasa kasmaran itulah kemudian yang mendorong sang Romeo untuk mengungkapkan kalimat “would you please marry me” kepada wanita pujaannya. Single ini tak lain merupakan ungkapan cinta Ikang kepada istrinya, Marissa Haque.

Secara jujur, Ikang bahkan mengungkapkan cintanya yang pertama dan terakhir hanya untuk Icha, wanita bermata indah. Adakah wanita yang mampu menolak permintaan dari Ikang seperti itu?

Ekki, Ikang dan Gilang, adalah tiga nama yang tak asing lagi di telinga pencinta musik Indonesia. Ikang adalah penyanyi rock dengan album dan single-single populer di paruh tahun 80-an . Sebut saja nomor Ikang di antaranya adalah “Preman”, “Tanpamu”, “Salam Terakhir, Catatan si Boy”. Sementara Ekki, dikenal sebagai drummer rock terbaik tahun 1986. Salah satu karyanya bersama Pacific Harmony yang sempat meraih “Grand Prix International Pop Music Festival” di Turki dan Transylvania di tahun 1989 adalah “Where Do We Go From Here”.

Terakhir Gilang, merupakan salah satu penambuh drum dan pemain perkusi terbaik di Tanah Air yang juga diakui sebagai World Class Drummer di dunia Internasional karna inovasinya mentransfer ritem-ritem tradisi Indonesia yang sangat kaya ke dalam permainan drumnya. Lewat BIL, Ikang ambil posisi sebagi vokalis, Ekki pada gitar, bass dan keyboard, serta Gilang pada drum dan perkusi.

Jadi, tunggu apa lagi, saksikan aksi panggung Ikang Fawzi cs di "Kantong Musik."(*)

Sumber: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/117424/Ikang-Fawzy-dan-BIL-di-Botol-Musik

Bagi tiga lelaki yang menikah dengan kakak beradik keluarga Haque (Marissa, Soraya dan Shahnaz) ini, bermusik tidak kenal batas usia

Ikang Fawzi dan BIL di "Kantong Musik"
Laporan: Ina Maharani/Anny RahimahSelasa, 13 Juli 2010 23:54 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ungkapan “the old soldier never fade away” tampaknya pantas disematkan kepada trio BIL atau kepanjangan dari Brother in Law alias “Ipar Lelaki”, yang diawaki oleh Ikang Fawzi, Ekki Soekarno dan Gilang Ramadhan. Ketiga musisi kawakan ini bakal tampil di Kantong Musik Café, Jumat (23/7) mendatang.

Meski tidak lagi berusia muda layaknya anak-anak band, ketiganya sepakat untuk membentuk BIL dan nge-band kembali. Bagi tiga lelaki yang menikah dengan kakak beradik keluarga Haque (Marissa, Soraya dan Shahnaz) ini, bermusik tidak kenal batas usia. Di dalam dunia musik, hanya ada satu pakem yakni bagaimana membangun kreativitas agar musik itu bisa dinikmati orang lain. Dengan pengalaman panjang mereka bermain bermusik, reborn Ikang, Ekki dan Gilang tak bisa dipandang sebelah mata.

Secara keseluruhan, BIL sudah merampungkan pengerjaan 11 buah lagu guna mengisi album perdana mereka. Tidak hanya menyentuh persoalan cinta, namun beragam tema mereka kemas apik dalam lagu-lagu tersebut. Single “Ramayana” misalnya, bercerita soal budaya bangsa Indonesia yang sering diklaim milik bangsa lain. Single ini juga memiliki karakter kuat dengan sentuhan gamelan Jawa.

Selain itu, ada juga lagu berjudul “Budak Iblis” yang kisahnya terisnspirasi dari doa Nabi Yunus AS. Meski demikian, sebagai salam perkenalan, BIL sepakat melepas single “Marry Me” sebagai single jagoan mereka. Singel ini liriknya ditulis oleh Ikang. Sementara untuk musik, ketiganya urun rembuk. Ekki bertanggung jawab sebagai arranger dan music director.

Diawali dengan petikan gitar, Ikang langsung membuka single ini dengan suara rocknya yang khas. Ini mengingatkan kita pada karakter vokal Ikang bertahun-tahun silam saat melantunkan lagu-lagu romantis. “Marry Me” sendiri berkisah tentang harapan seorang lelaki yang terpanah asmara. Rasa kasmaran itulah kemudian yang mendorong sang Romeo untuk mengungkapkan kalimat “would you please marry me” kepada wanita pujaannya. Single ini tak lain merupakan ungkapan cinta Ikang kepada istrinya, Marissa Haque. Secara jujur, Ikang bahkan mengungkapkan cintanya yang pertama dan terakhir hanya untuk Icha, wanita bermata indah. Adakah wanita yang mampu menolak permintaan dari Ikang seperti itu?

Ekki, Ikang dan Gilang, adalah tiga nama yang tak asing lagi di telinga pencinta musik Indonesia. Ikang adalah penyanyi rock dengan album dan single-single populer di paruh tahun 80-an . Sebut saja nomor Ikang di antaranya adalah “Preman”, “Tanpamu”, “Salam Terakhir, Catatan si Boy”. Sementara Ekki, dikenal sebagai drummer rock terbaik tahun 1986. Salah satu karyanya bersama Pasific Harmony yang sempat meraih “Grand Prix International Pop Music Festival” di Turki dan Transylvania di tahun 1989 adalah “Where Do We Go From Here”.

Terakhir Gilang, merupakan salah satu penambuh drum dan pemain perkusi terbaik di Tanah Air yang juga diakui sebagai World Class Drummer di dunia Internasional karna inovasinya mentransfer ritem-ritem tradisi Indonesia yang sangat kaya ke dalam permainan drumnya. Lewat BIL, Ikang ambil posisi sebagi vokalis, Ekki pada gitar, bass dan keyboard, serta Gilang pada drum dan perkusi.

Jadi, tunggu apa lagi, saksikan aksi panggung Ikang Fawzi cs di "Kantong Musik."(*)


14 Juli 2010 04:12

Entri Populer